Dengan banyaknya kebocoran gas elpiji 3kg tentunya kita harus waspada saat menggunakan elpiji untuk keperluan memasak, ingin mengetahui rangkaian untuk mendeteksi kebocoran gas terutama pada kondisi penggunaan di rumah. . Lalu bagaimana struktur dari sistem sensor pendeteksi kebocoran gas LPG? Yuk simak review lini produk sensor kebocoran gas elpiji ini semoga dapat membantu memberikan solusi bagi anda yang sedang mencari solusi masalah kebocoran gas.
Sistem pendeteksi kebocoran gas LPG merupakan solusi penting dalam sistem keamanan rumah dari gas yang bekerja menggunakan sensor kebocoran gas LPG sebagai inti perangkatnya. Komponen rangkaian sensor gas ini, seperti sensor gas TGS 812, berfungsi untuk mendeteksi konsentrasi gas mudah terbakar, dan cara kerja sensor gas adalah mengubah perubahan resistansi akibat keberadaan gas menjadi sinyal listrik. Sinyal yang telah diolah oleh rangkaian sensor gas kemudian akan memicu relai untuk alarm gas, mengaktifkan sistem alarm deteksi gas untuk memberikan peringatan dini kepada pengguna. Dengan memahami cara kerja sensor gas LPG dan menginstalasi sistem alarm gas rumah yang efektif, kita dapat melakukan tindakan pencegahan kebocoran gas dan meningkatkan keamanan menggunakan gas LPG di rumah.
Memperbaiki kemungkinan kecelakaan akibat kebocoran gas, kita memang harus, bisa saja melakukan berbagai tindakan tentatif tetapi belum tentu efektif dan efisien. Solusi lain adalah mewaspadai segala kemungkinan yang dapat menyebabkan kebocoran LPG, dan kami mengambil tindakan pencegahan karena kami tidak harus menunggu masalah menjadi panik.
Misalnya, kita harus selalu memperhatikan penggunaan LPG dalam memasak dan membersihkan untuk memastikan keamanan dan selalu memperhatikan keselamatan. Apalagi jika ternyata peralatan rumah tangga sudah tidak layak pakai lagi, sebaiknya segera diganti atau diperbaiki. Misalnya kompor gas, pipa dan AC yang harus selalu kita perhatikan untuk menghadirkan rasa aman saat memasak.
Berikut ini Diagram sensor pendeteksi kebocoran LPG.
Gambar ini adalah skema rangkaian untuk alarm gas atau sensor gas.
Fungsi Rangkaian
Fungsi utama rangkaian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan gas mudah terbakar (seperti metana, propana, atau butana) di udara dan kemudian mengaktifkan alarm. Rangkaian ini sering digunakan sebagai sistem keamanan di rumah, industri, atau kendaraan.
Daftar Komponen dan Cara Kerja
Rangkaian ini dapat dibagi menjadi dua bagian utama: catu daya (power supply) dan sirkuit sensor serta alarm.
1. Catu Daya
Sakelar, Sekering (Fuse 1A), dan Trafo: Tegangan input AC 220V/110V diturunkan oleh trafo menjadi 12V AC. Sekering berfungsi sebagai pengaman, mencegah kerusakan akibat arus berlebih. Lampu neon dan resistor R3 adalah indikator bahwa rangkaian sedang dialiri listrik.
Dioda (D1-D4): Empat dioda IN4002 membentuk penyearah jembatan (bridge rectifier). Ini mengubah tegangan AC 12V menjadi tegangan DC berdenyut.
Kapasitor (): Kapasitor 100μF/25V berfungsi sebagai filter untuk meratakan tegangan DC berdenyut menjadi tegangan DC yang lebih halus, mengurangi riak tegangan.
2. Sirkuit Sensor dan Alarm
Sensor Gas (TGS 812): Ini adalah komponen utama yang mendeteksi gas. Ketika gas mudah terbakar ada di sekitarnya, resistansi internal sensor ini akan menurun. Perubahan resistansi ini adalah sinyal utama yang digunakan untuk mengaktifkan alarm. Resistor R1 dan R4 adalah resistor bias untuk sensor ini.
Dioda Zener (Z): Dioda zener 5.1V berfungsi untuk menstabilkan tegangan yang digunakan oleh bagian sensor dan transistor.
Transistor (TR) FCS 9013: Transistor ini bertindak sebagai sakelar. Ketika resistansi sensor TGS 812 menurun (karena adanya gas), tegangan pada basis (B) transistor akan meningkat, menyebabkannya menjadi aktif dan mengalirkan arus.
SCR (Silicon Controlled Rectifier) RC 10: SCR adalah sakelar elektronik yang akan tetap ON setelah diaktifkan, bahkan jika sinyal pemicunya hilang. Transistor yang aktif akan memicu SCR ini.
Relai (Relay) 9V: Relai adalah sakelar elektromagnetik. Ketika SCR aktif, relai akan dialiri arus, menyebabkan kontak-kontaknya berpindah posisi. Perpindahan ini yang akan mengaktifkan alarm (KE ALARM) yang terhubung pada kontak relai.
Dioda (D5): Dioda IN4001 ini berfungsi sebagai dioda freewheeling, melindungi transistor dan SCR dari tegangan balik induktif yang dihasilkan oleh kumparan relai saat relai dimatikan.
Secara singkat, saat gas terdeteksi, resistansi sensor menurun, transistor aktif, SCR terpicu, relai bekerja, dan alarm berbunyi.

