-->

Translate

Skema alat Deteksi Kabel Putus - Alat Pencari Posisi Kabel Putus

pendeteksi-kabel-putus-arus-listrik

Kondisi kabel yang rusak sebenarnya bisa dilihat, dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh maka kita akan memiliki alasan untuk menyimpulkan apakah instalasi kabel tersebut rusak atau tidak, kemudian kita dapat mengambil tindakan lebih lanjut.

Dalam kondisi lingkungan di mana kabel berada di mana ada risiko tinggi korsleting, tindakan pencegahan tambahan diperlukan untuk memastikan bahwa itu aman bagi orang yang lewat karena berisiko lebih besar, sehingga apa yang dilakukan selanjutnya akan berdampak pada keadaan kehidupan kita masing-masing, dan bagaimana mengelolanya dengan lebih efektif agar tidak terjadi kecelakaan yang membahayakan orang. .

Dengan menggunakan skema pencarian kabel putus ini kita bisa memastikan tidak ada tegangan listrik sebelum memperbaiki bagian yang rusak agar tidak beresiko tersengat listrik, dalam hal ini harus ada pengawasan yang memadai agar tidak lengah dalam ketegangan. memperbaiki. dapat diprediksi dengan cermat.

Cara Lain


Rangkaian uji jarak jauh adalah rangkaian yang digunakan untuk mendeteksi frekuensi arus bolak-balik.

Rangkaian ini menggunakan IC 017 dimana pin 14 dari IC tersebut dihubungkan ke probe seperti antena untuk mendeteksi frekuensi.

Ada banyak alat uji untuk pendeteksian arus AC, seperti Tespen.

Prinsip operasi rangkaian:

Ketika pin 14 IC 017 menerima sinyal frekuensi dari sumber listrik, output pertama pin 3 akan mengaktifkan transistor BC5 7 sehingga LED dan buzzer beroperasi dengan logika 0 dan 1 secara berurutan. Ini karena arus bolak-balik menghasilkan gelombang sinus yang tidak stabil dan bolak-balik

Mari kita jelaskan komponen dan cara kerjanya secara rinci:

1. Sumber Daya (9V BATT):

  • Rangkaian ini ditenagai oleh baterai 9V (9V BATT). Kutub positif terhubung ke jalur suplai VDD (+), dan kutub negatif terhubung ke jalur ground (-).

2. IC Utama (IC1 - CD4017):

  • CD4017 adalah IC CMOS Decade Counter/Divider (Penghitung/Pembagi Dekade) dengan 10 output yang diurutkan secara sekuensial. Meskipun namanya counter, dalam rangkaian ini ia digunakan sebagai trigger atau pemicu, bukan untuk menghitung secara terus-menerus.

  • Pin 16 (VDD): Input tegangan suplai positif untuk IC, terhubung ke +9V.

  • Pin 8 (VSS): Input tegangan ground untuk IC, terhubung ke ground.

  • Pin 13 (Clock Enable / CE): Pin ini biasanya digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan clock input. Dalam rangkaian ini, ia terhubung ke ground, yang berarti clock selalu aktif.

  • Pin 15 (Reset): Pin ini biasanya digunakan untuk mereset counter kembali ke nol. Dalam rangkaian ini, ia terhubung ke pin 4 (yang merupakan salah satu output CD4017), yang akan dijelaskan di bawah.

  • Pin 14 (Clock Input / CLK): Ini adalah input clock atau pemicu untuk IC. Ketika ada pulsa high pada pin ini, counter akan bergerak maju. Dalam rangkaian ini, pin 14 terhubung ke titik "A".

  • Pin 3 (Output Q2): Ini adalah salah satu dari 10 output sekuensial CD4017. Output ini akan menjadi HIGH ketika counter mencapai posisi "2". Output ini digunakan untuk mengaktifkan sirkuit buzzer dan LED.

  • Pin 4 (Output Q3): Ini adalah output berikutnya (Q3). Terhubung ke Pin 15 (Reset) dari IC. Ini berarti begitu counter mencapai posisi "3" (yaitu, Pin 4 menjadi HIGH), IC akan secara otomatis di-reset kembali ke nol. Ini penting untuk bagaimana rangkaian ini berfungsi.

3. Sensor Sentuh (AREAL) dan Kapasitor Input:

  • AREAL: Ini adalah area atau plat sentuh. Ketika seseorang menyentuh area ini, tubuh manusia akan bertindak sebagai antena, mengambil noise listrik dari lingkungan (misalnya, noise AC 50/60Hz) dan menyalurkannya ke input.

  • Kapasitor C1 (100uF): Kapasitor ini terhubung dari AREAL ke Pin 14 (Clock Input) IC. Fungsinya adalah sebagai kapasitor kopling dan debouncing. Ini membantu menyaring noise frekuensi rendah dan memastikan pulsa trigger yang bersih ke IC saat sentuhan terjadi.

4. Sirkuit Indikator (LED dan BUZZER):

  • Transistor T1 (BC547): Ini adalah transistor NPN kecil, digunakan sebagai saklar untuk mengaktifkan LED dan buzzer karena output dari IC CD4017 mungkin tidak memiliki arus yang cukup untuk langsung menggerakkan keduanya.

  • Resistor R1 (1K): Resistor ini membatasi arus yang mengalir ke basis T1 dari Pin 3 IC, melindungi T1.

  • LED: Dioda pemancar cahaya ini akan menyala ketika T1 ON.

  • Resistor R2 (100R/100 Ohm): Resistor ini membatasi arus yang mengalir melalui LED, mencegahnya dari kerusakan.

  • BUZZER: Ini adalah komponen audio yang akan membunyikan suara ketika T1 ON. Buzzer dan LED terhubung paralel dengan kolektor T1.

Cara Kerja Rangkaian Keseluruhan:

  1. Kondisi Awal: Saat rangkaian dihidupkan, IC CD4017 akan berada dalam kondisi reset, yang berarti output Q0 (tidak ditunjukkan) adalah HIGH, dan semua output lainnya termasuk Pin 3 (Q2) dan Pin 4 (Q3) adalah LOW. Oleh karena itu, T1 OFF, dan LED serta buzzer mati.

  2. Saat Sentuhan Terjadi (Pada "AREAL"):

    • Ketika seseorang menyentuh AREAL, tubuhnya akan menangkap noise listrik (seperti noise 50/60Hz dari jaringan listrik AC).

    • Noise ini disalurkan melalui C1 ke Pin 14 (Clock Input) IC CD4017 sebagai pulsa trigger.

    • Setiap pulsa trigger akan menyebabkan counter CD4017 bergerak maju satu langkah.

  3. Pengaktifan Alarm:

    • Jika ada beberapa pulsa sentuhan yang cukup (misalnya, dua pulsa, tergantung sensitivitas), counter akan bergerak dari Q0 ke Q1, lalu ke Q2.

    • Ketika counter mencapai Q2 (Pin 3), Pin 3 akan menjadi HIGH.

    • Tegangan HIGH dari Pin 3 akan mengalir melalui R1 ke basis T1, menyebabkannya ON.

    • Ketika T1 ON, arus akan mengalir dari +9V, melalui R2 dan LED, serta melalui BUZZER, ke kolektor T1 dan kemudian ke ground.

    • Akibatnya, LED akan menyala dan BUZZER akan berbunyi, menandakan adanya sentuhan.

  4. Reset Otomatis:

    • Jika counter terus maju setelah Q2 (misalnya, karena sentuhan yang berkelanjutan atau pulsa noise lainnya), ia akan mencapai Q3 (Pin 4).

    • Ketika Pin 4 (Q3) menjadi HIGH, ia akan mengaktifkan Pin 15 (Reset) IC.

    • Pin Reset yang HIGH akan segera mereset IC CD4017 kembali ke kondisi awal (Q0 HIGH, semua output lain LOW).

    • Hal ini menyebabkan Pin 3 (Q2) kembali LOW, mematikan T1, sehingga LED dan BUZZER mati.

Tujuan Rangkaian:

Rangkaian ini adalah detektor sentuhan atau alarm sentuhan yang sederhana. Ketika AREAL disentuh (atau menerima noise listrik yang cukup), alarm akan berbunyi sesaat dan kemudian mati sendiri karena fungsi reset otomatis. Ini bisa digunakan sebagai indikator adanya sentuhan atau sebagai bagian dari sistem alarm yang lebih besar. .

SEMUA ISI  ADALAH  HASIL KUMPULAN PENCARIAN DAN BEBERAPA SUMBER MEDIA BUKU MAJALAH DLL, KAMI TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEGAGALAN YANG DISEBABKAN OLEH GAMBAR YANG DIMUAT DI BLOG INI.