
Cara Kerja Rangkaian DETEKTOR
Rangkaian ini memanfaatkan sifat sensitif pin Clock (Pin 14) pada IC pencacah CD4017 terhadap sinyal interferensi listrik atau kapasitansi tubuh manusia.
1. Komponen Utama
2. Kondisi Awal dan Konfigurasi IC CD4017
Konfigurasi Dasar:
Pin Reset (Pin 15) dihubungkan ke ground. Ini menonaktifkan fungsi reset sehingga IC dapat mencacah.
Pin Clock Inhibit (Pin 13) dihubungkan ke ground. Ini mengaktifkan fungsi Clock (pencacahan).
Pin Ground (Pin 8) ke negatif baterai.
Pin Vdd (Pin 16) ke positif baterai (+9V).
Output yang Digunakan:
Output Q0 (Pin 3) dihubungkan ke basis T1 melalui R1.
Pin Carry Out (Pin 4) tidak digunakan (dibiarkan terbuka).
Karena Pin 15 (Reset) di-ground, saat rangkaian pertama kali diberi daya, IC akan berada pada kondisi awal di mana output Q0 (Pin 3) adalah HIGH.
3. Cara Kerja Saat Alarm Aktif (Disentuh)
Kondisi Tanpa Sentuhan:
Pin Clock (Pin 14) terhubung ke AREAL (sensor sentuh). Karena tidak ada sentuhan, Pin 14 relatif stabil pada level low atau floating (tergantung noise lingkungan).
Meskipun Q0 (Pin 3) dalam keadaan HIGH, Pin 14 tidak menerima pulsa Clock yang cukup cepat. Alarm tetap diam (atau membunyikan buzzer secara singkat saat pertama kali dinyalakan, tergantung kondisi power-on reset IC).
Kondisi Disentuh:
Ketika AREAL disentuh (atau didekati) oleh tangan, kapasitansi tubuh manusia menangkap interferensi AC (misalnya dari jaringan listrik 50/60 Hz) dan menginjeksikannya ke Pin 14 (Clock) IC CD4017.
IC mulai mencacah (counting): Setiap pulsa noise yang dideteksi oleh Pin 14 membuat output HIGH bergeser dari , dan seterusnya.
Karena frekuensi noise AC tinggi, IC mencacah dengan cepat.
Aktivasi Buzzer dan LED:
Selama proses pencacahan, output Q0 (Pin 3) akan berubah-ubah antara HIGH dan LOW secara berurutan.
Perubahan Q0 menjadi HIGH akan mengalirkan arus basis melalui R1 ke T1 (Transistor).
Ketika T1 menerima arus basis, ia ON (saturasi), dan arus mengalir dari .
Karena IC mencacah dengan cepat (puluhan kali per detik atau lebih), T1 akan ON/OFF secara bergantian sesuai dengan urutan Q0,Q1,Q2 dst.
Perubahan cepat status T1 ini membuat BUZZER berbunyi (biasanya menghasilkan suara beep berulang) dan LED berkedip.
Kesimpulan: Rangkaian ini bekerja sebagai sensor sentuh yang memicu counter untuk menghasilkan sinyal switching yang diumpankan ke transistor T1 untuk mengaktifkan alarm suara dan visual. Sensitivitas dapat ditingkatkan dengan membuat AREAL lebih besar atau dengan menambahkan penguat buffer pada input Pin 14. Rangkaian alarm sentuh ini menggunakan IC pencacah CD4017 yang sensitif terhadap perubahan sinyal pada pin clock (Pin 14) yang terhubung ke sensor sentuh Areal; sentuhan dari kapasitansi tubuh manusia menghasilkan sinyal interferensi listrik yang memicu pencacahan. Ketika IC CD4017 mencacah, output Q0 CD4017 akan berfluktuasi antara HIGH dan LOW, yang secara bergantian mengaktifkan transistor NPN T1 untuk memicu aktivasi buzzer dan LED, menghasilkan alarm suara dan visual sebagai indikasi kondisi alarm aktif.
